Opini

KECANDUAN GAME ONLINE

Jumat 02 Juli 2021 | 10:30 WIB
Oleh: Mira Suryani

Kecanggihan teknologi membuat banyaknya permainan atau game online semakin ceppat berkembang. Melalui smartphone dan internet semua game online dapat diakses oleh semua orang, tanpa terkecuali anak-anak. Banyak jenis game seru dan menarik yang banyak dilirik mulai dari kalangan anak-anak bahkan sampai orang dewasa, contohnya adalah permainan peperangan seperti Mobile Legends, Garena Free Fire, dan PUBG.

Pada saat ini, dunia tengah berperang melawan virus Covid-19. Orang-orang mulai terbiasa dengan masker, jaga jarak, dan juga aktivitas yang dilakukan dari rumah. Oleh sebab itu banyak orang tua yang memberikan smarphone agar anaknya tetap berdiam dirumah. Tanpa disadari keberadaan smartphone membuat hilangnya sosialisasi antara anak dengan orang tuanya. Hal ini dapat dirasakan dengan kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua sehingga mengakibatkan anak bermain game onlie secara berlebihan melalui smartphone yang diberikan orang tuanya. Dilansir dari Halodoc.com berikut merupakan dampak negatif dari kecanduan game online bagi anak-anak:

1. Kesehatan mata terganggu

Penggunaan smartphone terlalu lama dapat mengakibatkan mata lelah, minus, bahkan kerusakan pada mata.

2. Gangguan motorik

Ketika kurangnya aktivitas yang dilakukan anak saraf motorik mengalami gangguan. Hal ini dapat menyebabkan obesitas, sulit berjalan, berbicara, bahkan bernapas

3. Nyeri sendi

Asyiknya bermain game membuat anak membuat posisi tubuh yang tidak sehat yang mengakibatkan nyeri pada bagian sendi.

4. Menurunkan tingkat konsentrasi anak

Ketika anak senang bermain game, akan terjadi perubahan pada struktur dendrit sel-sel di dalam otaknya. Hal ini mengakibatkan konsentrasi anak menurun, sehingga ia mudah lupa dan fokus. Paparan radiasi dari perangkat elektronik juga bisa melemahkan konsentrasi anak.

5. Masalah komunikasi

Ketika anak terlalu sering bermain game mengakibatkan gangguan pada komunikasi seperti halnya kesulitan dalam berbicara, memahami perkataan orang lain, serta membaca ekspresi orang lai.

6. Anak jadi lebih agresif

Anak yang terlalu sering bermain game yang mengandung unsur kekerasan, seperti perang-perangan, pertarungan, dan lain sebagainya, biasanya akan lebih agresif dan memiliki emosi yang tinggi.

Bermain game tentu dapat bermanfaat sebagai hiburan, mengembangkan pola pikir anak, serta meningkatan kreativitas anak, namun jika berlebihan maka akan menimbulkan hal-hal negatif yang dapat mengganggu kesehatan anak. Sebagai orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, oleh karena itu edukasi, perhatian, dan juga pengawasan sangat diperlukan untuk tumbuh kembang dan masa depan sang anak.

*) Semua isi tulisan tanggung jawab penulis

*) Penulis adalah Mahasiswi S1 Akuntansi - Universitas Pamulang

Berita Terkait

Komentar